Tuesday, January 21, 2014

Hantu yang nampak dan yang tak nampak..

Hai, salam, selamat bertemu kembali.... minggu ni penuh persoalan. ketua jabatan kami kena sampuk... she is 54, 55 years old and she became histerical last night. that's what we have been told by the husband. she tempted to ran away from home at 3 inthe morning.... that's serious... making accusations,. saying vulgar words... and not behaving like the usual... that's according to her husband.... 'she is not herself'... knowing her for so many years, shse has never acted like it before... it seem thatit has been 3 months she acted that way.
well, as someone that has gone through things like this, although it's only guesses... there is more to it than that. it quite hard to believe she went histerical due to the unseen thing in school... ( i dont believe the thing is that strong)anyway... may god bless her..

2014... bermulanya...

aduhai lamanya.....  masa cepat berlalu, 2014 dah menjengah... dan blog aku, terbengkalai... tak tulis tulis, tak update update.... bertahun aku tak menjengah ke laman ini.  walaupun berkali-kali aku  berbisik dan ingin ku catatkan seribu perkara tapi terlupa juga dek rutin harian.  sememangnya aku nak catatkan luahan hati ku, rahsia, harapan, derita, gembira, silap salahku, tapi kealpaan menyekat.  dan kekadang, tak terlukis dek sebab rasa bersalah pada diri sendiri.   malu pada diri sendiri, dan macam-macam lagi....  salahkah, berdosakah...  bercampur baur... walaupun tak siapa tahu...
baru-baru ini aku kehilangan. bermula dengan kak ani, sepupu sebelah abah.  hidup terlantar dibiar sepi oleh anak sendiri.  hinggalah kami, sepupu-sepupu campur tangan, menyumbang seberapa mampu dan menghantarkan kepada anaknya yang agak bertanggungjawab untuk menjaganya.  sememangnya... duit adalah kuasa.  dengan bayaran tetap, maka terbelalah emak tu bersama imbuhan setiap bulan dari kami semua.  bukan nak mengungkit tapi itu realitinya... duit sebenarnya boleh membeli kebahagiaan.  kemudian, pak saudara di sebelah suami.  terlantar beberapa bulan, hingga mati kaki tangan... tak perlu katakan apa yang tersirat...  tak berapa hari, sepupu sebelah mak... muda tak muda tapi limapuluhan lah...  sihat walafiat, ganteng kata orang... terbujur kaku juga akhirnya.... dalam bulan yang sama, moyang.  nenek suamiku.  terlantar hampir setahun mengucapkan selamat tinggal dalam bahasanya tersendiri... lenyaplah satu tokoh yang tak tertangguk olehku ilmu-ilmu dunianya.... masak, mengubahnya, macam-macam kepandaiannya...  semoga keahlianyanya itu dapat dimanfaatkan oleh anak dan cucunya dan menjadi amal jariah untuknya.  semuanya berlaku dalam satu bulan yang selanya tak berapa hari....  terbaru, mak mertuaku.  baru aku melihat suamiku menumpahkan airmatanya, dan menangis spt anak-anak...  kenapa???? entah...
rentetan dari itu, hari-hari dari whatsapp rintihan dan rayuan adik2 yang bersama-sama emak dan ayah yg tak berapa nak 'ayah'...  sedih juga membaca coretan mereka.  bgm mereka lalui kehidupan bersama kemiskinan dan bagaimana mereka menenpuhnya bersama-sama, jerih perih emah membesarkan anak-anak yang sepuloh dengan segala macam dugaan.  akibat mengikut kata hati, emak tak berani mengadu apalagi merintih dengan sikap danperbuatan suami...  pahitnya derita... tapi itu dulu... anak-anak sekarang hanya sekadar bernostalgia dan mengimbas perjalanan ke alam dewasa...  memang layak di jadikan buku, ceritera dari sepuloh adik beradik yang mempunyai perspektif yang berbeza....  dari emak yang satu.  yang kini mendiami lahat sejuk dan beku.  semoga lahat itu adalah satu dari taman syurga, harum dan aman berkat dari doa anak yang soleh dan solehah...  apa lagi selepas ni,   ya allah, kau yang menyusun diari hidup ku... aku terima seadanya apa juga yang tertulis untuk ku... sebhanallah.